Blogger Widgets

Senin, 06 Oktober 2014

Pegertian Narasi



Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang suatu peristiwa yang telah terjadi (Keraf, 2000:136). Dari dua pengertian yang diungkapkan oleh Atarsemi dan Keraf. Dapat kita ketahui bahwa narasi berusaha menjawab sebuah proses yang terjadi tentang pengalaman atau peristiwa manusia dan dijelaskan dengan rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

Narasi adalah suatu karangan yang biasanya dihubung hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu sebuah karangan narasi atau paragraf narasinya hanya kita temukan dalam novel. Cerpen, atau hikayat (Zaenal Arifin dan Amran Tasai, 2002:130). Narasi adalah karangan kisahan yang memaparkan terjadinya sesuatu peristiwa, baik peristiwa kenyataan, maupun peristiwa rekaan (Rusyana, 1982:2).

Dari pendapat- pendapat di atas, dapat diketahui ada beberapa halyang berkaitan dengan narasi. Hal tersebut meliputi: 1.) berbentuk cerita atau kisahan, 2.) menonjolkan pelaku, 3.) menurut perkembangan dari waktu ke waktu, 4.) disusun secara sistematis.

2. Ciri-ciri Karangan Narasi

Menurut Keraf (2000:136)

- Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.

- dirangkai dalam urutan waktu.

- berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?

- ada konfiks.

Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronlogis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:

- Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.

- Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.

- Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.

- Memiliki nilai estetika.

- Menekankan susunan secara kronologis.

Ciri yang dikemikakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.

3. Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu:

1.) Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan,

2.) memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

4. Langkah-langkah menulis karangan narasi

1.) Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan

2.) tetapkan sasaran pembaca kita

3.) rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur

4.) bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita

5.) Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwasebagai pendukung cerita

6.) susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.

5. Jenis-jenis Karangan Narasi

a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis)


Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atay sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.

b. Narasi Sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/03/karangan-narasi-dengan-segala-macamnya.html

Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
• Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
• Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
• Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.[rujukan?]
1. (What) Apa yang akan diceritakan,
2. (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3. (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4. (Who) Siapa pelaku ceritanya,
5. (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6. (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.
           
       Contoh Narasi:

Contoh Narasi Wawancara

Selasa, 11 Oktober 2011. Kami mewawancarai salah satu atlet takewondo Ogan Ilir yaitu Apriwan Diantoni. Dari hasil wawancara, kami mendapatkan banyak informasi tentang kehidupan beliau. Beliau baru saja mengikuti POPNAS di Pekan Baru- Riau. Beliau mengikut Olahraga takewondo sejak beliau umur 8 tahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi beliau untuk mengikuti takewondo adalah lingkungan sekitar, karena beliau mengikuti takewondo berawal dari ajakan temannya dan lingkungan sekitar.

Dari beliau kami juga mendapatkan informasi bahwa perkembangan takewondo di Indralaya masih harus di perbaiki dan cukup baik. Beliau juga menyarankan agar sarana dan prasarana harus di tingkatkan. Beliau juga sudah banyak menorehkan prestasi nya terhadap perkembangan takewondo di Ogan Ilir khususnya. Beliau pernah mendapatkan mendali perungu pada kejuaraan nasional di Malang, dan masih banyak yang lain.

Beliau juga menceritakan bahwa beliau tidak bisa mengikuti Sea Games di Indonesia pada tahun 2011 ini di karenakan beliau masih Junior. Junior dan Senior di dalam takewondo di bedakan berdasarkan prestasi yang telah di raih dan umur. Umur juga sangat menentukan apakah seseorang sudah menjadi senior ataupun junior. Beliau saat ini sedang berumur 17 tahun dan masih termasuk Atlet Junior. Beliau juga pernah mengalami cidera di antaranya pada saat mengikuti kejuaraan Open Tournament di Padang yang mengakibatkan beliau cidera cukup parah pada bagian paha paling kanan.
Hal yang cukup membanggakan dari beliau adalah beliau salah satu siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya, yang di biayai oleh pemerintah, dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sekolah tersebut. Beliau sekarang berada di kelas 2 SMA . Beliau menceritakan baha untuk memasuki sekolah tersebut cukup susah karena banyak saingan untuk memasuki sekolah tersebut. Beliau juga menambahkan bahwa sekolah tersebut sama seperti sekolah biasa, sistem belajarnya pun sama, yang membedakan adalah sekolah tersebut lebih cenderung membentuk atlet-atlet yang berkualitas dan jam olahraganya lebih banyak. Beliau mengatakan bahwa beliau sangat merasa bangga bisa masuk sekolah tersebut, dan bisa membanggakan kedua orang tua. Namun tak bisa di pungkiri juga bahwa ada juga banyak kekurangan dari segi makanan, dll. Beliau juga sangat berterima kasih kepada kedua orantuanya yang selalu mendukungnya dan selalu memotivasinya dalam segala hal.

Beliau sangat bahagia bisa mengikuti olahraga takewondo karena banyak mendapatkan teman baru, pengalaman,dan membanggakan kedua orang tuanya. Beliau juga menyarankan untuk kepada para atlet takewondo yang masih muda terus lah berjuang dan berusaha, jangan pantang menyerah. Agar kita mampu menjadi juara pada tingkat Nasional.

0 komentar:

Posting Komentar