Di tengah
dunia ini, sudah 2 bulan musim kemarau terjadi di toraja Utara, kebanyakan
orang sulit untuk mengambil air untuk kebutuhannya sehari-hari. Seperti yang di
alami oleh Seorang Bapak di Tagari Rantepao bernama Daniel kemari dia di
meninggal akibat kecapeaan mengangkat air. Ia meninggalkan Semua keluarnganya
Yang tercinta, semua keluarnga yang di tinggalkan tak menahan tangis dan semua orang yang
mengenal Bapak Daniel Menangis karena Bapak Daniel itu orangnya baik, suka
menolong dan berbangi.
Semua Para siswa di Tagari
meneteskan air mata Atas kepergiaanya Bapak Daniel. Para siswa tidak bisa
berbuat banyak, dan Bapak/Ibu guru sangat heran saat mendegarkan kabar itu dari
siswa. Setelah Bapak/Ibu guru mendengar Kabar itu Ia tak tahan tangis.
Sebelum Bapak Daniel meninggal siang itu Bapak Masih mengajarkan tentang Mengolah
sampah menjadi kerajinan. Sebelum keluar dari ruang kelas bapak daniel bepesan kalau kita ingin menuju kesuksesan tidak ada
kata tidak bisa karena mau tidak mau kita harus mengubah hidup kita. Karena kehidupan
zaman sekarang ini semakin moderen.






0 komentar:
Posting Komentar